BADAR.CO.ID

Tausyiah Ramadhan Tokoh Pemuda Relegius Batu Bara : Ramadhan Latihan Pertahanan Diri


Saat ini perjalanan Ramadhan masih berlangsung bersama kita. Seperti yang sering kali diucapkan bahkan sudah cukup popular kita dengar perintah shaum termaktub didalam al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan (dituliskan) kepada kalian melaksanakan Shiyam sebagaimana yang telah diwajibkan (dituliskan) kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”

Arti kata bahkan makna shaum sebenarnya tidak sama dengan kata puasa walaupun yang sudah akrab kita ucapkan, taka sering kita dengar arti shaum dengan puasa.

Kata puasa berasal dari bahasa sansekerta yakni “Upavasa”, terdiri dari dua kata yakni “Upa” yang berarti dekat dan “Vasa” yang berarti tinggal atau berdiam diri. Secara keseluruhan, Upavasa dapat diartikan berdiam diri untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sedangkan kata “Shaum (Tunggal)/ Shiyam (jamak)” artinya menahan, atau bertahan. Dari sisi makna pada konteks menahan diri sifatnya menjadi pertahanan diri.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditentukan untuk pelaksanaan shaum. Secara bahasa berarti “panas terik”. Sering kita dengar bahwa panas disini adalah bersifat membakar segala dosa-dosa. Disisi lain kita juga perlu melihat realitas alam bahwa dengan panas terik yang demikian membakar tentunya menjadi situasi kurang atau tidak produktif,. Misalnya tatkala seorang petani bercocok tanam pada saat panas terik, memungkinkan untuk berhasil tapi perlu perlakuan ektra untuk berhasil dalam pertaniannnya itu. Maka pada saat panas yang terik itu dikatakan sebagai situasi yang tidak produktif. Nah, pada momentum yang demikian maka kita diberlakukan kurikulum pelatihan diri untuk menggapai hal-hal yang tercantum sebagai tujuan dari pelatihan itu.

Dalam hadits dinyatakan bahwa Islam itu seperti satu bangunan. Rincian komponennya adalah: Shyahadat sebagai pondasi atau lantainya, shalat sebagai tiangnya, Puasa sebagai perisai, atau dindingnya, zakat sebagai pintu, jendela atau pentilasinya dan Hajji adalah atapnya.

Bulan Ramadhan dikenal juga dengan istilah syahru at-tarbiyah yang bermakna Pendidikan, pelatihan, atau pembinaan. Dari sini kitab isa melihat bahwa salah satu pembinaan didalam islam itu adalah shaum. Kalau bulan Ramadhan sebagai bulan pelatihan maka tentu ibadah yang berlangsung didalam bulan bersifat pelatihan. Pelatihan memiliki muatan simulasi, Dimana segala yang dilakukan adalah bentuk miniature dari apa yang akan dihadapi sebagai penerapan sesudahnya, maka segala bentuk ibadah yang bderlangsung selama bulan Ramadhan itu adalah pelatihan kesiapan untuk menghadapi perjalanan selama 1 tahun ke depan.

Satu diantara beberapa muatan dalam Ramadhan adalah Latihan kesabaran. Sabar bukanlah diam, berhenti atau pasrah terhadap keadaan, karena sebenarnya sabar mengandung makna teguh bertahan, atau Tangguh terhadap segala bentuk tekanan apapun. Maka jelas korelasi antara shaum sebagai dinding atau perisai yang menjadi pertahanan dengan muatan ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk ujian dan tekanan. Untuk itu seperti yang tegaskan Allah SWT didalam Surat Al-Baqarah:153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.’

Oleh karena itu maka sejatinya saat Ramadhan berlalu disitulah saat pembuktian keberhasilan kita dalam satu pesan pelatihan Ramadhan. Kita akan menjadi lebih teguh bertahan dan tangguh dalam menghadapi segala ujian dan cobaan hidup, dengan ketangguhan itu kita menjadi hamba Allah (‘Abdun) yang benar-benar maksimal istiqamah dan konsisten untuk tetap berbuat tepat sesuai dengan apa yang ditentukan dalam aturan Allah dalam Dinul Islam. 

Penulis : Mujaddun. S. Pd. I
 

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama